Kutatap
malam dari bingkai sang rembulan
Bersama
lelah kutitipkan sebuah tanya pada raga yang terjaga
Apakah
pena merah mengusikmu dari desau angin di luar jendela?
Menatap
masa depan dengan senyum getir kesepian
Dan
tawa tlah menghilangkan bulat matamu sampai lupa pada sebuah cerita
Aku
memang terkesima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar