Rabu, 21 Maret 2012

Sebuah masa

Bukankah telah lama kau kenal aku dengan deretan kata
Semenjak itupula kututup semua jalanku menuju rumah yang menerangkan tentangmu
Bahkan aku ingin mengikuti nyanyian ombak, menenggelamkan wajahku jauh dari pandangan langit biru
Sungguh semua sesal kini tlah mengeruhkan jiwa, hingga suatu hari aku percaya akan datang masa dimana aku dapat bercerita

Pagi datang
tersadar, bahwa kini aku sendiri
berdiri di tepi pepohon yang menarikku jauh dan jauh …..
meninggalkan cerita untuk sebuah kesempatan yang kuartikan bodoh sebagai pengorbanan
kini ia tak nampak
bingung aku mengartikan bahagia dan sedih
karena aku hanya perlu satu pertemuan untuk sebuah kepastian

Kutatap malam dari bingkai sang rembulan
Bersama lelah kutitipkan sebuah tanya pada raga yang terjaga
Apakah pena merah mengusikmu dari desau angin di luar jendela?
Menatap masa depan dengan senyum getir kesepian
Dan tawa tlah menghilangkan bulat matamu sampai lupa pada sebuah cerita
Aku memang terkesima
Datanglah ia dengan segenggam kisah padaku
Mengenang yang aku tak tahu
Membawa khayalan sejenak hanyut dalam malam
Bersama rembulan aku terjaga mengikuti setiap episode hari yang berlalu
Kadang perih, kadang bahagia
Katakanlah jika sudah usai!
Karena aku masih tak bergeming dalam diam
Setia bersama dingin yang meraja
Aku pun tak ingin pergi
Sampai kau berkata:tidurlah ini sudah larut malam
12mei11